Ayam Dan Elang

Seorang petani menemukan telur elang dan menempatkannya bersama
telur ayam yang sedang dieraminya. Setelah menetas, elang itu hidup dan
berperilaku sama persis seperti anak-anak ayam, karena ia mengira bahwa dirinya memang anak ayam. Ia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia berkotek dan berkokok. Dia akan mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.

Pada suatu hari, ia melihat seekor élang yang dengan gagah terbang mengarungi angkasa. “WOW, luar biasa! Siapa dia itu?” Katanya penuh
kagum.

“Itulah elang, si raja segala burung!” sahut ayam sekitarnya.

“Kalau saja kita bisa terbang, ya? luar biasa!!!”

“Ah jangan bermimpi! Dia adalah makhluk angkasa, sedang kita hanya
makhluk
bumi. Kita hanyalah ayam!”

Alkisah, elang itu makan, minum, menjalani hidup dan akhirnya mati sebagai ayam, karena begitulah anggapannya tentang dirinya.

Apakah kita ingin menjdi “ayam” padahal kita semua adalah “elang”?

jawabannya ada pada diri kita sendiri.

Apa yang kita pikirkan?

Jika kita berpikir BISA, kita pasti BISA, bila kita berpikir PASTI GAGAL,
kegagalanlah yang akan kita dapatkan!

“Masa depan adalah milik orang-orang yang percaya akan keindahan dari impian-impian mereka”

 

Rezky Daniel

No.1 USM STAN Trainer and Motivator

Satu Balasan ke Ayam Dan Elang

  1. Rian mengatakan:

    Great😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: