Cara menghilangkan kebiasaan mengeluh

Dalam kehidupan sehari-hari, begitu banyak pemikiran-pemikiran yang bertebaran. Dan terkadang pemikiran-pemikiran tersebut saling bertolak belakang. Ada yang menyikapinya dengan bijaksana. Ada pula yang menyikapinya dengan arogan, kasar dan temperamental.
Tidak hanya orang tua saja yang suka mengeluh, anak-anak dan orang dewasapun suka mengeluh. Manusia memang punya kecenderungan tidak pernah merasa puas. Kebutuhan yang satu terpenuhi, kebutuhan yang lain muncul. Dan kalau itu tdak tercapai, maka mereka akan langsung mengeluh, bersungut-sungut atau membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Penyakit suka mengeluh dapat merusak kesehatan rohani dan emosi seseorang. Selain itu, sungut-sungut juga menyebabkan rasa frustasi bahkan pemberontakan.

Kalau sekedar curhat yang enak-enak sih mungkin teman pendengarnya tidak akan merasa terganggu, tapi jika curhatannya berisi keluhan, bahkan mengeluh sejadi-jadinya, saya yakin, lawan bicaranyapun akan merasa risih. Pertama, Risih karena bertentangan dengan cara berfikirnya. Kedua, risih karena bingung mau kasih pemahaman seperti apa, agar hati temannya merasa terobati oleh ceramah-ceramah surgawinya.

Karena itu saya katakan mengeluh adalah pemuas Ego yang menyesatkan..!!

*******************************************************************

Baiklah kenapa saya katakan mengeluh adalah pemuas Ego yang menyesatkan.

Ada dua hal yang mendasari kenapa mengeluh bisa menimpa pribadi-pribadi manusia, yaitu:

1. Penolakan Diri Terhadap Realitas

Mengeluh bisa terjadi ketika, tidak ada lagi keharmonisan antara keinginan dan realitas sosial seseorang. Antara keinginan dan fakta yang terjadi sangat bertolak belakang. Bagaimana keinginan yang ideal bisa terjadi, merupakan harapan banyak orang. Namun banyak juga yang mengalami frustasi, karena yang terjadi justru sebaliknya.

2. Ungkapan Ketidakmampuan

Selain itu, sifat mengeluh akan mencerminakn betapa tidak mampunya kita, melakukan sesuatu yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita. mengeluh karena tidak mendapatkan modal, mengeluh karena tidak mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan. Hanya akan membelenggu motivasi penggerak kita. Keluhan itu akan mengunci rasionalitas kita untuk berfikir lebih bijaksana menyikapi kenyataan.

*****************************************

Jadi bagaimana cara mengurangi sifat Mengeluh ?

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah
dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat
melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda
karena Anda terlalu sibuk mengeluh.


Try it Now..!!

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.

Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan, tetapi lakukanlah hal berikut ini.

Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh.

Bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah
perubahan dalam hidup Anda.

“Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda
miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk
disyukuri.”

2 Balasan ke Cara menghilangkan kebiasaan mengeluh

  1. Dx Ard mengatakan:

    Wah trimaksh banyak atas motivasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: